4 Kesalahan Founder yang Bikin Gagal Startup

0
55
Konsultan Bisnis Digital Tuhu Nugraha

Humas.id, Jakarta – Konsultan Bisnis Digital Tuhu Nugraha menyebut ada empat kesalahan yang sering kali menjadi penyebab kegagalan perusahaan rintisan (startup). Kelima hal itu adalah; miskin riset, mimpi pendanaan suntikan venture capital, hanya ikut tren, jalan pintas jadi CEO.

Pertama, sering kali menemukan startup yang tidak melakukan riset padahal tidak paham apa yang dibutuhkan konsumen, mengapa tidak terjadi konversi dan lain-lain. Riset sangat dibutuhkan dalam setiap tahapan, karena startup digital harus terus beradaptasi dan diperbaiki agar relevan dengan harapan konsumen.

Hal pertama yang harus tertanam di benak founder adalah, apakah produknya ini menyelesaikan masalah atau tidak. Sering kali yang terjadi, founder terlalu percaya diri dengan idenya tanpa mau mendengar konsumen.

Banyak founder startup tidak melakukan riset seberapa banyak konsumen yang membutuhkan dan mau membayar produk atau jasanya. Produknya bisa jadi memberikan solusi, dan dibutuhkan. Tapi seberapa banyak? Apakah jumlah penggunanya cukup besar, dan akan bisa berkembang? Kalau terlalu kecil maka juga akan mati, karena tidak menguntungkan dan tidak ada yang mau memberikan pendanaan.

Kesalahan kedua, membuat startup digital karena terbuai mimpi pemberitaan di media tentang startup yang mendapatkan pendanaan hingga jutaan dolar dari venture capital. Mereka berpikir enak sekali seperti dapat uang kaget, mendadak kaya.

Padahal untuk untuk maka butuh perjuangan yang panjang bahkan bertahun-tahun, tanpa pendanaan. Kalaupun dapat pendanaan, mereka dituntut dengan target yang sangat tinggi, dan berarti kerja keras hampir 24 jam sehari. Ini bukan uang hadiah untuk foya-foya.

Ketiga, banyak sekali startup digital yang hanya meniru apa yang sedang tren di Amerika atau Cina. Strategi ini sah-sah saja, banyak startup digital di Cina yang awalnya meniru persis yang ada di Silicon Valley, tapi mereka perlahan mengadaptasi dengan kebutuhan konsumen lokal. Inovasi yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus inilah yang membuat mereka bisa bertahan, bahkan bisa mengalahkan startup yang ditiru.

Keempat, mendirikan startup digital menjadi pilihan yang lagi tren di kalangan milenial yang tidak sabar menapaki proses untuk jadi CEO. Mereka lulus lalu membuat startup digital, sehingga bisa jadi CEO.

Riset tentang startup digital di Silicon Valley mengatakan startup yang punya potensi berhasil didirikan founder yang sudah punya pengalaman kerja di industri yang sama. Karena dia paham proses, struktur industrinya, serta tahu potensi disrupsi ada di bagian mana.

“Ini bisa jadi pembelajaran bagi para founder startup, sehingga risiko kegagalan startup yang dibangun bisa diminimalisir”, Tuhu berharap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here