Haruskah Perguruan Tinggi Berbenah Hadapi Generasi Mellenial?

0
234

Humas.id, Jakarta – Koordinator Kopertis Wilayah III Jakarta, Prof. Dr. Illah Sailah mengungkapkan bahwa saat ini, perguruan tinggi harus mampu berbenah dalam menghadapi generasi millenials yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Bonus demografi pada 2030 mendatang menjadi peluang sekaligus ancaman bagi Indonesia dalam mempersiapkan generasi muda yang berkompeten. Sehingga, menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi ialah terkait penggunaan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar sehingga tidak lagi monoton.

“Kampus harus menarik bagi mahasiswa. Kurikulum harus inovatif dan bisa menarik minat belajar mahasiswa. Perguruan Tinggi harus bisa beradaptasi dengan lebih baik, penggunaan teknologi harus dioptimalkan!” Ujar Illah dalam pembukaan Pesta Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan di JI Expo Kemayoran, Senin (22/01).

Hal senada juga diungkapkan oleh Noveri, Dosen dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM yang turut hadir dalam acara diskusi dan pameran tersebut. Menurutnya, diperkirakan pada 12 tahun mendatang, jumlah generasi millenials akan mendominasi demografi penduduk di Indonesia. Berbagai tantangan terus bermunculan, termasuk salah satunya ialah dari aspek pendidikan.

“Dosen zaman now itu harus bisa memahami gaya belajar anak muda masa kini. Mereka lebih melek teknologi dan dosen juga harus mampu mengikuti perkembangan itu,” ujar Noveri.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, menjadi dosen tidak lagi hanya sekadar tahu materi yang disampaikan, tetapi juga harus lebih inovatif dalam proses penyampaian materinya. “Misalnya, di kelas saya, beberapa kali kami menggunakan aplikasi online di internet untuk pelaksanaan quiz atau sekadar games terkait materi tertentu” Noveri menjelaskan.

Noveri menambahkan, sebagai kampus dengan pendekatan ilmu Manajemen dan bisnis praktis, PPM School of Management senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang dinamis, inovatif, dan tentunya tetap kekinian. “Kuliah di PPM terkadang tidak berasa di kampus, tetapi ada kalanya serasa di ruang meeting perusahaan, kadang berasa di ruang training hotel berbintang,” papar Noveri.

Materi pembelajaran tidak hanya disampaikan dengan gaya ceramah, tetapi juga dengan metode workshop, simulasi bisnis, dan juga dengan pendekatan experiential learning.”Nuansa yang dihadirkan mampu membangkitkan semangat belajar mahasiswa!” ujarnya menambahkan.

Pada Pekan Pendidikan Jakarta JI Expo Kemayoran ini, PPM School of Management ikut berpartisipasi menajdi peserta pameran bersama dengan puluhan kampus dan institusi pendidikan lainnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pameran yang akan berlangsung dari hari ini hingga Rabu (24/01) mendatang diharapkan akan dikunjungi oleh ribuan pelajar SMA yang sedang berjuang menentukan pilihan terbaiknya untuk melanjutkan ke pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here