NgOPINI, Suasana Ngopi Berselimutkan Diskusi Kreatif Antar Kawula Muda

0
287

Humas.id, Payakumbuh – Sebagai salah satu kota wisata kuliner di ranah Minang, tren Cafe sudah menjamur di sepanjang sudut kota yang berjulukan kota Batiah tersebut.

Karena sudah menjadi pemandangan yang tidak asing lagi di Payakumbuh, Sumatera Barat, memicu perhatian Generasi muda Payakumbuh saat ini untuk bersinggungan dengan kehidupan ala kota metropolitan.

Merespon hal tersebut, sekelompok anak muda Payakumbuh yang berlokasi di Simpang Benteng menggelar sebuah ajang diskusi kreatif yang dinamakan Ngobrol Pekan Ini (NgOPINI).

Andre Gunawan, salah seorang inisiator NgOPINI mengatakan acara perdana yang berlangsung di Gerobak Kopi Payakumbuh, Kamis 2 November 2017 ini mencoba mengangkat tema tentang kreatifitas anak muda.

Ia menjelaskan bahwa narasumber yang diundang adalah orang-orang muda kreatif yang telah berbuat terhadap Kota Payakumbuh. Menurutnya orang-orang muda ini telah melakukan tugasnya sebagai generasi muda sesuai dengan bidangnya.

“NgOPINI perdana ini kami mengundang salah satu akun independen kreatif yaitu Sudut Payakumbuh yang selama ini telah berbuat untuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” ungkap Andre Gunawan usai digelarnya NgOPINI edisi perdana.

“Kemudian juga sebuah grup band indie lokal yaitu Ahmed Djamend, apakah keberadaan cafe-cafe ini berdampak kepada generasi muda yang memilih jalur musik?,” sambungnya.

Dalam diskusi tersebut, Rovindo Maisya dari Sudut Payakumbuh mengatakan selama ini ia bersama rekannya telah memulai kegiatan kreatifnya sejak Juli 2015 lalu. Salah satu yang dilakukannya adalah memberikan informasi tentang Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota melalui media sosial salah satunya melalui Instagram, Facebook, dan Website.

“Kami menilai masih adanya hal-hal yang belum terjamah dan layak diketahui oleh orang banyak. Contohnya tempat umum, wisata, kuliner, seni, orang-orang, dan hal lainnya yang mungkin luput dari sumber-sumber informasi yang ada,” ungkap Rovindo Maisya yang merupakan lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran, Bandung ini.

“Sehingga kami sebagai generasi muda berinisiatif dan memiliki tanggung jawab untuk merespon hal tersebut. Melalui media sosial ini kami berusaha menyuguhkannya ke masyarakat khususnya generasi akan potensi-potensi yang ada tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Ahmed Djamen yang mencoba berkreatifitas melalui jalur musik merasa keberadaan kafe-kafe di sepanjang Jalan Soekarno Hatta masih belum bisa memberikan respon kepada generasi muda yang ada. Saat ini menurut Dai Muharram dan Ahmed yang tergabung dalam Ahmed Djamend ini menilai hal tersebut tidak lepas dari kepedulian pihak-pihak terkait.

“Melihat perkembangan yang begitu pesat, kami melihat masih kurangnya apresiasi yang diberikan kepada musisi lokal. Salah satunya kurangnya ajang yang mewadahi musisi lokal untuk berkembang dan meningkatkan kreatifitas serta terus berkarya,” ujar duo musisi lokal Payakumbuh ini.

Usai episode perdana NgOPINI yang menghadirkan akun Independen Kreatif Sudut Payakumbuh dan band indie lokal Ahmed Djamend, Andre didampingi Roni Keron mengatakan akan terus membuka ruang kepada generasi muda untuk mengkritisi fenomena yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Episode berikutnya, Roni Keron menambahkan akan mengangkat tema tentang sejarah kota, kopi, dan nasib petani di kota.

“Nantikan NgOPINI selanjutnya dengan narasumber yang tentunya akan mencoba membuka pikiran kita sebagai generasi muda untuk merespon fenomena kota ini dan mencoba mengunggah kepedulian anak muda Payakumbuh untuk juga akan apa-apa yang terjadi di kota ini,” kata Roni Keron bersama Andre Gunawan.

Credit: SudutPayakumbuh.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here